Cerita Membangun
Personal Branding
Lewat Konsistensi di Dunia SEO
Pelajari langkah demi langkah bagaimana konsistensi dalam SEO dapat mengubah kehadiran digitalmu menjadi aset personal branding yang tak ternilai, eksklusif untuk komunitas Maungulik.
Muhammad Harist Abduh Nazili
SEO Strategist @ Accesstrade
Gwencana Agency
Growth Marketing
Ofete Community
Co-Founder
Kuliah Bilang A,
Dunia Kerja Minta B.
Gap yang nggak pernah diajarkan di kampus — dan cara menghadapinya.
Gap antara ekspektasi kuliah vs dunia kerja nyata
Sindrom "nunggu siap" yang bikin stuck di tempat
Kenapa skill spesifik lebih worth it daripada skill general di awal karier
Personal Branding
Bukan Soal Viral.
Ini cerita tentang konsistensi yang nggak kelihatan —
sampai tiba-tiba kelihatan.
Lulus bootcamp. Background engineering.
Kampus yang HR-nya bahkan nggak familiar namanya.
Hasilnya? Ditolak agency, satu per satu.
Nggak ada yang mau hire? Oke.
Mulai door-to-door. Mulai share tipis-tipis di LinkedIn.
Banyak trial. Lebih banyak error.
Setiap postingan, setiap case study yang di-share —
rasanya nggak ada yang notice.
Tapi ternyata ada yang diam-diam memperhatikan.
Dia notice case study di LinkedIn-ku.
Secara nggak langsung tahu itu aku.
Dan dia make a call.
Dari sana, semuanya mulai bergerak.
Kamu Nggak Harus Viral Dulu Untuk Dilihat.
Yang kamu butuhkan: konsistensi kecil yang terus berjalan.
Personal branding sustainable vs yang cuma momen
Konsistensi kecil yang compounding — efek bola salju
Mulai dari 0 follower, 0 klien, 0 portofolio — tetap bisa
SEO Bukan Tujuannya.
SEO adalah titik temu dari semua hal yang aku suka —
dan kendaraan untuk bertemu orang-orang yang tepat.
Tiga hal yang aku bawa sebelum kenal SEO:
Aku Suka Menulis
Journaling, nulis tentang apapun yang ada di sekitarku. Bukan untuk dibaca orang — tapi karena aku butuh mengolah pikiran.
Aku Jatuh Cinta
Sama Buku
Kindle selalu ada di tas kemanapun aku pergi. Membaca mengajarkan cara melihat dunia dari sudut yang berbeda.
Aku Berpikir Seperti Developer
Background engineering bukan hambatan — justru itu yang bikin aku bisa berpikir struktural dan berbasis sistem.
Tiga hal ini bukan kebetulan.
Mereka adalah fondasi.
Dan SEO adalah tempat ketiganya akhirnya masuk akal.
Dari sana, aku mulai masuk ke komunitas — bukan untuk jualan, tapi untuk hadir dan memberi nilai.
Writer Community
Berbagi cara berpikir naratif dalam konten.
Books Community
Koneksi dengan orang-orang yang curious dan mau belajar.
Developer Community
Bahasa yang sama — logika, struktur, sistem.
Dimulai dari Tangerang.
Meluas ke Jakarta.
Merembet ke seluruh Jabodetabek.
Bukan karena viral — tapi karena konsisten hadir.
SEO mengajarkan cara berpikir berbasis data dan empati user
Skill SEO transferable ke banyak bidang kerja lainnya
SEO membuka pintu networking dan peluang tak terduga
Portfolio Kamu Nggak Harus Keren Dulu.
Cukup tulis kamu lagi ngapain. Share. Ulangi.
Itu sudah lebih dari cukup untuk mulai dilihat orang.
Stop nunggu punya sesuatu yang 'layak' di-share.
Yang orang butuhkan bukan highlight reel kamu —
mereka butuh tahu kamu bergerak.
Tiga cara paling simpel untuk mulai hari ini:
Kamu Lagi Ngerjain Apa?
Nulis progress, struggle, atau hal kecil yang kamu pelajari hari ini. Post di LinkedIn. Nggak perlu panjang. Nggak perlu sempurna.
Buat Video Random.
Nggak butuh studio. Nggak butuh script. Cukup nyalain kamera dan cerita kamu lagi ngapain. Orang tertarik sama yang autentik, bukan yang polished.
Proses Kamu Adalah Kontennya.
Before-after. Kesalahan yang kamu buat. Hal yang kamu coba dan gagal. Itu semua adalah portofolio yang nyata.
Konsistensi Bukan Tiap Hari.
Konsistensi adalah punya ritme yang kamu jaga —
dan kamu yang tentukan ritmenya.
Seminggu sekali? Cukup.
Dua minggu sekali? Tetap jalan.
Yang penting: jangan berhenti total.
“Klien pertamaku notice aku bukan karena portfolio yang bagus. Tapi karena dia lihat aku share di LinkedIn — dan akupun membangun citra yang baik di community ataupun di sosial media dan dia tahu aku serius.”
Mulai Dari Yang Kamu Punya Sekarang.
Nggak butuh website. Nggak butuh logo. Cukup mulai, dan biarkan orang lihat prosesnya.
Perjalanannya Nggak Semulus yang Kelihatan.
Ini bagian yang jarang orang ceritain di highlight reel mereka.
Dari engineer ke marketer. Bukan transisi yang mulus.
12 Jam Sehari. Tiap Malam.
Bukan karena passionate — tapi karena nggak ada pilihan lain. Kalau nggak belajar, nggak bisa survive. Itu yang bikin aku duduk dan buka laptop setiap malam.
Nge-lead Tim Itu Beda Dunia.
Dulu tugasku: kerjakan. Sekarang tugasku: pastikan orang lain bisa kerjakan. Transisi itu lebih sulit dari yang aku bayangkan — dan aku banyak salah di sini.
Client Selalu Benar. Tapi Kadang Mereka Salah.
Belajar manage ekspektasi sambil tetap deliver — itu seni yang butuh waktu lama untuk dikuasai. Dan beberapa kali aku gagal total di sini.
Ditipu. Clash Tim. Chaos.
Pernah ketipu. Konflik internal yang menguras energi. Problem yang datang dari arah yang nggak terduga. A lot of things went wrong — dan bukan cuma sekali.
"Aku nggak percaya kesulitan ini akan berhenti. Hidup memang begitu. Yang berubah bukan masalahnya — tapi cara kita menghadapinya."
Bukan Soal Jadi Kuat. Tapi Jadi Long Learner.
Setiap masalah yang aku hadapi bukan untuk diselesaikan sekali lalu selesai — tapi untuk mengajari aku cara berpikir yang lebih baik. Imposter syndrome? Masih ada. Tapi sekarang aku tahu cara duduk bareng dia tanpa panik.
Momen mau nyerah itu normal — yang penting tahu cara lanjut
Imposter syndrome bukan tanda lemah, tapi tanda kamu peduli
Belajar dari kesalahan tanpa terlalu lama menyalahkan diri
Semua Orang Punya Babak Gelap.
Kamu Nggak Sendirian.
Yang membedakan bukan siapa yang nggak pernah jatuh — tapi siapa yang tetap mau belajar setelah jatuh.
Keypoints Bahasan Hari ini
Yang tadi kita bahas, diringkas jadi satu kalimat:
Gap kuliah vs dunia kerja itu nyata — dan kamu bukan satu-satunya yang kaget.
Nunggu siap itu jebakan — mulai dulu, siapnya nanti.
Personal branding bukan soal viral, tapi soal konsisten hadir.
Skill-mu yang "nggak nyambung" itu sebenarnya fondasi yang unik.
Portofolio terbaik adalah dokumentasi prosesmu hari ini.
Kesulitan nggak akan berhenti — yang berkembang adalah cara kamu menghadapinya.
Mulai dari komunitas kecil, dari kota sendiri, dari satu post. Itu cukup.
Start your Story!!!
Aku bukan siapa-siapa waktu mulai.
Nggak ada nama besar, nggak ada koneksi, nggak ada modal.
Yang ada cuma mau coba — dan nggak berhenti.
Dan jugaa aku masih senang sekali sharing dan belajar hal baru.