Live Presentation

Cerita Membangun
Personal Branding
Lewat Konsistensi di Dunia SEO

Pelajari langkah demi langkah bagaimana konsistensi dalam SEO dapat mengubah kehadiran digitalmu menjadi aset personal branding yang tak ternilai, eksklusif untuk komunitas Maungulik.

Muhammad Harist Abduh Nazili

Muhammad Harist Abduh Nazili

SEO Strategist @ Accesstrade

🏢

Gwencana Agency

Growth Marketing

👥

Ofete Community

Co-Founder

Kuliah Bilang A,
Dunia Kerja Minta B.

Gap yang nggak pernah diajarkan di kampus — dan cara menghadapinya.

Gap antara ekspektasi kuliah vs dunia kerja nyata

Sindrom "nunggu siap" yang bikin stuck di tempat

Kenapa skill spesifik lebih worth it daripada skill general di awal karier

Personal Branding
Bukan Soal Viral.

Ini cerita tentang konsistensi yang nggak kelihatan —
sampai tiba-tiba kelihatan.

Awal yang Berat

Lulus bootcamp. Background engineering.
Kampus yang HR-nya bahkan nggak familiar namanya.
Hasilnya? Ditolak agency, satu per satu.

Mulai Dari Yang Bisa Dilakukan

Nggak ada yang mau hire? Oke.
Mulai door-to-door. Mulai share tipis-tipis di LinkedIn.
Banyak trial. Lebih banyak error.

Yang Nggak Kelihatan, Tetap Bekerja

Setiap postingan, setiap case study yang di-share —
rasanya nggak ada yang notice.
Tapi ternyata ada yang diam-diam memperhatikan.

Klien Pertama: Teman Sendiri

Dia notice case study di LinkedIn-ku.
Secara nggak langsung tahu itu aku.
Dan dia make a call.
Dari sana, semuanya mulai bergerak.

Kamu Nggak Harus Viral Dulu Untuk Dilihat.

Yang kamu butuhkan: konsistensi kecil yang terus berjalan.

01

Personal branding sustainable vs yang cuma momen

02

Konsistensi kecil yang compounding — efek bola salju

03

Mulai dari 0 follower, 0 klien, 0 portofolio — tetap bisa

SEO Bukan Tujuannya.

SEO adalah titik temu dari semua hal yang aku suka —
dan kendaraan untuk bertemu orang-orang yang tepat.

Tiga hal yang aku bawa sebelum kenal SEO:

01

Aku Suka Menulis

Journaling, nulis tentang apapun yang ada di sekitarku. Bukan untuk dibaca orang — tapi karena aku butuh mengolah pikiran.

02

Aku Jatuh Cinta
Sama Buku

Kindle selalu ada di tas kemanapun aku pergi. Membaca mengajarkan cara melihat dunia dari sudut yang berbeda.

03

Aku Berpikir Seperti Developer

Background engineering bukan hambatan — justru itu yang bikin aku bisa berpikir struktural dan berbasis sistem.

Tiga hal ini bukan kebetulan.
Mereka adalah fondasi.
Dan SEO adalah tempat ketiganya akhirnya masuk akal.

Dari sana, aku mulai masuk ke komunitas — bukan untuk jualan, tapi untuk hadir dan memberi nilai.

Writer Community

Berbagi cara berpikir naratif dalam konten.

Books Community

Koneksi dengan orang-orang yang curious dan mau belajar.

Developer Community

Bahasa yang sama — logika, struktur, sistem.

Dimulai dari Tangerang.

Meluas ke Jakarta.

Merembet ke seluruh Jabodetabek.

Bukan karena viral — tapi karena konsisten hadir.

SEO mengajarkan cara berpikir berbasis data dan empati user

Skill SEO transferable ke banyak bidang kerja lainnya

SEO membuka pintu networking dan peluang tak terduga

Portfolio Kamu Nggak Harus Keren Dulu.

Cukup tulis kamu lagi ngapain. Share. Ulangi.
Itu sudah lebih dari cukup untuk mulai dilihat orang.

Stop nunggu punya sesuatu yang 'layak' di-share.

Yang orang butuhkan bukan highlight reel kamu —
mereka butuh tahu kamu bergerak.

Tiga cara paling simpel untuk mulai hari ini:

01 — Nulis

Kamu Lagi Ngerjain Apa?

Hobiku menulis di blog

Nulis progress, struggle, atau hal kecil yang kamu pelajari hari ini. Post di LinkedIn. Nggak perlu panjang. Nggak perlu sempurna.

Medium LinkedIn Thread
02 — Rekam

Buat Video Random.

Explore videografi di Instagram

Nggak butuh studio. Nggak butuh script. Cukup nyalain kamera dan cerita kamu lagi ngapain. Orang tertarik sama yang autentik, bukan yang polished.

TikTok YouTube Shorts Reels
03 — Dokumentasi

Proses Kamu Adalah Kontennya.

Before-after. Kesalahan yang kamu buat. Hal yang kamu coba dan gagal. Itu semua adalah portofolio yang nyata.

Case Study LinkedIn Post Thread

Konsistensi Bukan Tiap Hari.

Konsistensi adalah punya ritme yang kamu jaga —
dan kamu yang tentukan ritmenya.
Seminggu sekali? Cukup.
Dua minggu sekali? Tetap jalan.
Yang penting: jangan berhenti total.

“Klien pertamaku notice aku bukan karena portfolio yang bagus. Tapi karena dia lihat aku share di LinkedIn — dan akupun membangun citra yang baik di community ataupun di sosial media dan dia tahu aku serius.”

Mulai Dari Yang Kamu Punya Sekarang.

Nggak butuh website. Nggak butuh logo. Cukup mulai, dan biarkan orang lihat prosesnya.

Perjalanannya Nggak Semulus yang Kelihatan.

Ini bagian yang jarang orang ceritain di highlight reel mereka.

Dari engineer ke marketer. Bukan transisi yang mulus.

1
Tahap 1 — Belajar Sampai Habis

12 Jam Sehari. Tiap Malam.

Bukan karena passionate — tapi karena nggak ada pilihan lain. Kalau nggak belajar, nggak bisa survive. Itu yang bikin aku duduk dan buka laptop setiap malam.

2
Tahap 2 — Dari Eksekutor Jadi Delegator

Nge-lead Tim Itu Beda Dunia.

Dulu tugasku: kerjakan. Sekarang tugasku: pastikan orang lain bisa kerjakan. Transisi itu lebih sulit dari yang aku bayangkan — dan aku banyak salah di sini.

3
Tahap 3 — Ekspektasi yang Nggak Masuk Akal

Client Selalu Benar. Tapi Kadang Mereka Salah.

Belajar manage ekspektasi sambil tetap deliver — itu seni yang butuh waktu lama untuk dikuasai. Dan beberapa kali aku gagal total di sini.

4
Tahap 4 — Yang Nggak Pernah Diceritain

Ditipu. Clash Tim. Chaos.

Pernah ketipu. Konflik internal yang menguras energi. Problem yang datang dari arah yang nggak terduga. A lot of things went wrong — dan bukan cuma sekali.

"Aku nggak percaya kesulitan ini akan berhenti. Hidup memang begitu. Yang berubah bukan masalahnya — tapi cara kita menghadapinya."

Bukan Soal Jadi Kuat. Tapi Jadi Long Learner.

Setiap masalah yang aku hadapi bukan untuk diselesaikan sekali lalu selesai — tapi untuk mengajari aku cara berpikir yang lebih baik. Imposter syndrome? Masih ada. Tapi sekarang aku tahu cara duduk bareng dia tanpa panik.

Momen mau nyerah itu normal — yang penting tahu cara lanjut

Imposter syndrome bukan tanda lemah, tapi tanda kamu peduli

Belajar dari kesalahan tanpa terlalu lama menyalahkan diri

Semua Orang Punya Babak Gelap.
Kamu Nggak Sendirian.

Yang membedakan bukan siapa yang nggak pernah jatuh — tapi siapa yang tetap mau belajar setelah jatuh.

Keypoints Bahasan Hari ini

Yang tadi kita bahas, diringkas jadi satu kalimat:

01

Gap kuliah vs dunia kerja itu nyata — dan kamu bukan satu-satunya yang kaget.

02

Nunggu siap itu jebakan — mulai dulu, siapnya nanti.

03

Personal branding bukan soal viral, tapi soal konsisten hadir.

04

Skill-mu yang "nggak nyambung" itu sebenarnya fondasi yang unik.

05

Portofolio terbaik adalah dokumentasi prosesmu hari ini.

06

Kesulitan nggak akan berhenti — yang berkembang adalah cara kamu menghadapinya.

07

Mulai dari komunitas kecil, dari kota sendiri, dari satu post. Itu cukup.

Start your Story!!!

Aku bukan siapa-siapa waktu mulai.
Nggak ada nama besar, nggak ada koneksi, nggak ada modal.
Yang ada cuma mau coba — dan nggak berhenti.
Dan jugaa aku masih senang sekali sharing dan belajar hal baru.